Lima Rising Star Ini Talentanya Terbuang Percuma

Sepakbola bisa diibaratkan sebagai sebuah perjudian. Sejeli apapun persiapan yang dilakukan, kemenangan belum tentu jadi hasil mutlak. Sekeras apapun usaha yang dibuat, gelar juara juga belum pasti didapat.

Hal yang sama juga terjadi dengan nasib para pemain muda nan bertalenta. Terdengar ironis memang, namun kebanyakan youngster yang sukses mentas di tim utama tidak terlepas dari unsur perjudian – baik itu dari pelatih maupun manajemen.

Kadang ada nama yang digadang-gadang bakal jadi bintang masa depan klub, namun justru meredup di awal karir profesional. Sementara mereka yang jauh dari sorotan media, justru diam-diam terus mengasah kemampun dan punya potensi jadi pemain top.

Berikut adalah lima nama pemain muda, yang sempat dinilai punya talenta menjanjikan, namun bakatnya itu justru meredup seiring berjalannya waktu.

Michael Owen of Liverpool celebrates scoring

1. Michael Owen

Di akhir 1990an, Michael Owen membuat publik sepakbola dunia tersihir. Ia membuat 158 gol dari 297 penampilan untuk Liverpool. Si ‘Anak Emas’ punya semua modal yang dibutuhkan, namun ia tidak pernah bisa mewujudkan ekspektasi banyak orang terkait poteni besar yang ia punya. Usai delapan tahun membela Liverpool, Owen pindah ke Real Madrid di 2004. Ia lebih banyak diganggu cedera di sana, dan gagal memberikan kontribusi signifikan.

ricardo quaresma

2. Ricardo Quaresma

Sama seperti kompatriot dan sahabatnya, Cristiano Ronaldo, Ricardo Quaresma diberkahi dengan kecepatan dan insting untuk melepas skill-skill apik guna melewati bek lawan. Bahkan kecepatan yang ia punya membuat sang pemain dijuluki ‘The Mustang’. Namun sementara Ronaldo menjadi salah satu pemain terbaik dunia, Quaresma gagal memenuhi ekspektasi banyak orang. Hal ini amat disayangkan, mengingat ia sebenarnya punya talenta luar biasa.

adriano

3. Adriano

Sempat disebut sebagai ‘Il Imperatore’, Adriano Leite Ribeiro, kini benar-benar sudah dilupakan banyak orang. Mantan pemain Brasil ini amat eksplosif, punya kekuatan fisik, dan skill yang mumpuni – semua hal yang bisa Anda idamkan dari seorang pemain. Adriano menjalani dua musim yang luar biasa di Inter Milan, namun kelakuannya yang buruk terbukti telah merusak karirnya. Ia bisa saja menjadi striker terbaik dunia, namun sifat buruknya justru lebih mendominasi.

andrei arshavin

4. Andrei Arshavin

Sebelum pindah ke Arsenal, Andrei Arshavin telah memiliki reputasi bagus di Zenit St Petersburg. Ia lantas bergabung dengan The Gunners di 2009, dan menjadi salah satu pemain paling kreatif. Namun demikian, hal tersebut tak berlangsung lama. Kondisi jadi makin buruk untuk pemain Rusia. Meski menunjukkan potensi hebat di awal, Arshavin tidak pernah jadi pemain top. Ia kembali ke Zenit di 2012, sebelum akhirnya pindah ke Kuban Krasnodar awal tahun ini.

Arsenal v Everton - Premier League

5. Denilson

Mantan gelandang Arsenal, Denilson, adalah salah satu contoh bagus seorang talenta muda yang tersia-sia. Pemain Brasil bergabung dengan Arsenal sebagai sosok menjanjikan dari Sao Paulo tahun 2006 silam. Ia menghabiskan lima tahun di Arsenal dan sering dikritik karena tak sanggup bertahan dengan cukup baik. Di 2011, Denilson kembali ke klub asalnya Sao Paulo dengan status pinjaman dua tahun. Tentu ini bukan karir yang diimpikan sang pemain. Ia tak pernah bisa memenuhi ekspektasi luar biasa yang dimiliki Arsene Wenger ketika melihatnya di 2006.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *