5 Alasan Barca Bakal Pecundangi Madrid di Clasico

Duel panas antara dua tim terbesar La Liga, Real Madrid dan Barcelona, atau dikenal dengan istilah El Clasico, bakal tersaji di Bernabeu pada 21 November mendatang.

Penuh rivalitas? Pasti, mengingat kedua tim punya sejarah permusuhan yang amat panjang. Terlebih di beberapa bulan belakangan perseteruan antara kedua kubu justru kian meruncing lewat ulah Gerard Pique. Bek Blaugrana itu seolah menertawakan kegagalan Los Blancos dengan menyindir pesta ulang tahun Cristiano Ronaldo, yang dihadiri oleh penyanyi Kevin Roldan, di pesta treble winners Barca di Camp Nou.

Tak hanya sampai di situ, Pique kembali mencoreng muka para Madridista dengan sekali lagi menyindir raihan nirgelar Los Merengues, kala timnya merebut trofi Piala Eropa.

Namun tak hanya sebatas bumbu-bumbu dan intrik psikologis, El Clasico kali ini juga mengandung makna vital dari sisi kompetisi itu sendiri, mengingat Barcelona kini tengah unggul tiga angka atas Madrid di puncak tabel persaingan. Jika salah langkah, bukan tak mungkin posisi itu akan berpindah ke tangan Ronaldo dkk pekan depan.

Tapi jika melihat beberapa kondisi yang ada, Barcelona punya peluang yang cukup besar untuk menang di pertandingan nanti. Bagaimana bisa? Berikut deretan lima alasan mengapa tim Catalan bakal menang di Clasico Jilid I musim ini.

Real Madrid's Cristiano Ronaldo reacts during a Group A Champions League soccer match between Real Madrid and Shakhtar Donetsk at the Santiago Bernabeu stadium in Madrid, Spain, Tuesday, Sept. 15, 2015. (AP Photo/Francisco Seco)

Ronaldo bakal dibebani tekanan menyalip Barcelona (AP Photo)

1. Tekanan Skuat Madrid

Meski bermain di depan publik sendiri, Real Madrid dipastikan akan bermain di bawah tekanan. Pasalnya, performa tim akhir-akhir ini sangat jauh dari kata memuaskan. Bermodalkan materi pemain kelas dunia di semua lini, aksi yang ditunjukkan Los Merengues bisa dibilang membosankan.

Bukan tudingan main-main, nyatanya suara-suara sumbang dari para suporter memang sempat terekam tayangan TV, kala kubu Rafael Benitez menjamu PSG di Liga Champions pekan lalu. Sepanjang 90 menit, Los Blancos berada di bawah tekanan tim Paris dan hanya bisa menang lewat gol tunggal Nacho Fernandez, yang jika dilihat santer berbau keberuntungan.

Usai laga, Benitez mengelak dengan mengatakan hasil akhir ada di atas segalanya. Namun akhir pekan lalu, sang manajer dibuat tak berkutik usai timnya tumbang 2-3 oleh Sevilla di Ramon Sanchez Pizjuan, yang berujung pada lepasnya tahta klasemen. Tekanan makin besar pun kini diarahkan pada sang entrenador.

Jika Barcelona mampu memanfaatkan hal ini dengan baik, bukan mustahil mereka bisa membuat seisi Bernabeu murka dan pulang dengan membawa kemenangan.

Barcelona's Luis Suarez, left, celebrates with Neymar after scoring his team's second goal during the quarterfinal first leg Champions League soccer match between Paris Saint Germain and Barcelona at the Parc des Princes stadium in Paris, France, Wednesday, April 15, 2015. (AP Photo/Christophe Ena)

Duet Luis Suarez dan Neymar (AP Photo)

2. Duet Suarez dan Neymar

Kekhawatiran langsung muncul di benak para Barcelonistas, begitu Lionel Messi terkapar di duel melawan Las Palmas pada September silam. Sang bintang tak sanggup meneruskan laga hingga akhir dan digantikan pemain lain. Tak lama kemudian, apa yang ditakutkan para pendukung setia Barca jadi nyata: Messi cedera lutut dan dipastikan absen sebulan.

Beban mencetak gol dan membuat Barcelona terus berada di jalur positif pun otomatis ada di pundak dua superstar yang tersisa di lini depan, Luis Suarez dan Neymar. Lantas, sanggupkah mereka mengemban tugas berat ini?

Untuk mencari jawabnya, kita cuma perlu menengok statistik gol duo Amerika Selatan tersebut. Tercatat, sejak Messi absen di bulan September, Suarez dan Neymar telah membuat 19 dari total 22 gol Barcelona! Rekor ini tentu bakal jadi ancaman yang patut diwaspadai Madrid di Clasico nanti.

Gerard Pique (AFP)

Pique tangguh di pertahanan Barca (AFP)

3. Pertahanan Solid

Pertahanan solid jadi salah satu kunci sukses Barcelona dalam meraih treble winners musim lalu. Bahkan kokohnya lini belakang Blaugrana juga sukses membuat Claudio Bravo, kiper yang dipercaya tim turun di semua partai La Liga musim lalu, mendapatkan trofi Zamora – usai hanya kemasukan 19 gol dalam 37 laga.

Sayangnya, keunggulan Blaugrana itu tak lagi terlihat musim ini. Dalam 11 pertandingan awal di Divisi Primera saja, gawang Blaugrana sudah 12 kali dibobol lawan. Namun untungnya, masalah ini langsung menjadi perhatian utama manajer Luis Enrique, yang sukses mendongrak performa nama-nama seperti Gerard Pique, Thomas Vermaelen, Javier Mascherano, dan Jeremy Mathieu.

Hasilnya cukup mengesankan, dari lima pertandingan terakhir Barcelona hanya kemasukan satu gol dan mencatat clean sheet di empat laga beruntun, termasuk saat menang 3-0 atas Villarreal di Camp Nou pekan lalu.

lionel-Messi

Lionel Messi punya kans untuk tampil (AFP)

4. Kembalinya Messi

Meski belum ada pernyataan resmi dari klub, suara-suara optimis dari Barcelona mulai terdengar soal kans pemain Argentina tampil di laga Clasico akhir bulan ini.

Walau sebelumnya sempat muncul isu Messi mengalami keterlambatan dalam proses pemulihan, manajer Luis Enrique mencoba membantahnya dengan sedikit berteka-teki. Pasca laga melawan Villarreal, ia memilih berkata: “Bisakah Messi bermain di Clasico? Jawabannya bisa ya, bisa tidak.”

Komentar senada namun lebih optimis disuarakan oleh presiden klub, Josep Maria Bartomeu, yang menuturkan: “Perkembangan pemulihan Messi berjalan dengan baik dan kami berharap ia akan segera bisa bermain.”

Kembalinya Messi tentu akan jadi suntikan moral luar biasa bagi Barcelona. Ditambah lagi, waktu istirahat yang cukup lama akan membuat La Pulga punya energi melimpah untuk dihabiskan di atas lapangan. Di sisi lain, ini tentu kabar buruk bagi Madrid, yang sepanjang sejarah gawangnya sudah dibobol 21 kali di semua ajang oleh pemain kelahiran Rosario.

Rafael-Benitez-afp

Barcelona mimpi buruk Rafael Benitez (AFP)

5. Rekor buruk Rafael Benitez

Meski sejauh ini baru satu kali menelan kekalahan bersama Real Madrid, manajer Rafael Benitez tak lantas bisa sedikit santai jelang laga Clasico melawan Barcelona. Pasalnya, rekor mantan bos Liverpool itu terbilang buruk ketika menghadapi tim Catalan.

Catatan yang dimuat di laman Transfermarkt menunjukkan bahwa dari 11 kali kesempatan menghadapi Barcelona, Benitez sudah menelan kekalahan sebanyak enam kali dan hanya mampu menang empat kali. Rekor ini ia torehkan semasa masih menukangi The Reds, Valencia, Extremadura, dan Real Valladolid.

Kemenangan terakhir Benitez atas Barcelona terjadi di musim 2006/07 silam, kala ia membantu Liverpool mempermalukan tim tuan rumah di Camp Nou dengan skor 2-1 di Liga Champions.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *