10 Manajer yang Dipecat dengan Tidak Hormat

Menjadi manajer sebuah tim sepakbola bisa jadi merupakan salah satu pekerjaan paling tidak langgeng yang ada di muka bumi. Hanya ada beberapa nama seperti Sir Alex Ferguson dan Arsene Wenger, yang bisa bertahan di satu klub yang sama hingga lebih dari satu dekade.

Di era sepakbola modern, hasil akhir menjadi parameter yang tak terbantahkan. Menangkan trofi, maka Anda bisa terus lanjut. Kalah dan terpuruk, maka siap-siap kemasi koper dan pergi – tak peduli Anda sudah 1 tahun atau enam bulan di tim atau bahkan memenangkan gelar juara musim lalu.

Hal tersebut sudah terjadi pada beberapa manajer top klub Eropa dalam beberapa tahun terakhir. Mereka didepak dengan cara yang kurang menyenangkan, atau kerap disebut dengan istilah ‘pergi dari pintu belakang’, lantaran dianggap tak mampu memenuhi ekspektasi.

Siapa saja mereka? Berikut daftar lengkapnya.

carlo ancelotti afp

1. Carlo Ancelotti

Manajer Italia menangani Chelsea sebelum ia berlabuh di Real Madrid. Ancelotti merupakan salah satu manajer paling disegani di dunia dan ia sempat mengalami pemecatan dengan cara yang kurang menyenangkan. Usai memenangkan dua gelar juara di musim debutnya di Chelsea, Ancelotti dipecat di musim berikutnya usai tim kalah 0-1 dari Everton.

Hal yang sama juga terjadi di Madrid, usai sang manajer dilengserkan meski di musim sebelumnya memenangkan trofi Liga Champions dan Piala Liga.

gustavo poyet afp

2. Gus Poyet

Poyet sempat menjadi komentator untuk BBC ketika Piala Konfederasi edisi terakhir digelar. Ketika ia sedang memberikan pandangan dan analisisnya mengenai sebuah topik yang diajukan pembawa acara, keluar pengumuman dari Brighton and Hove Albion yang mengatakan ia dipecat dari jabatannya sebagai manajer. Hal tersebut tentu cukup mengejutkan dan memalukan, mengingat ia sempat tak sadar akan hal tersebut.

vladica petrovic

3. Vladica Petrovic

Vladica Petrovic adalah manajer klub Bosnia, FK Drina Zvornik. Liga Bosnia memang dikenal sebagai kompetisi yang kerap memecat para manajer dengan mudah. Drina pun tak jauh beda. Namun mereka melakukannya dengan cara yang sama sekali tidak santun: melalui Facebook. Apa yang lebih luar biasa ketika Vladica lantas mengutarakan rasa terima kasih pada klub, lewat posting yang mereka buat di Facebook tersebut. Lucu, namun juga mengenaskan.

martin jol

4. Martin Jol

Martin Jol menangani Spurs selama tiga tahun dari 2004 dan di 2007, klub tidak mengalami musim yang bagus hingga mulai muncul banyak rumor yang mengatakan ia bakal segera dipecat. Momen itu pun tiba, ketika klub bermain melawan Getafe di Europa League. Di babak kedua pertandingan, Jol mendapatkan pesan SMS dari kawannya bahwa ia akan dipecat usai pertandingan. Kabar ini menodai reputasi Spurs, terlebih jika mengingat fakta kabar bahwa tim sudah menyiapkan Juande Ramos sebagai pengganti, sudah lebih dulu bocor ke media.

trevor francis

5. Trevor Francis
Tahun 2003, ketika Francis dipecat oleh Crystal Palace, mereka sedang bermain di Divisi Championship. Sang manajer dan chairman Simon Jordan tidak punya hubungan yang baik. Keduanya berbeda pandangan soal apa yang terbaik untuk klub. Hubungan keduanya kian memburuk dan pada akhirnya Jordan memutuskan memecat sang juru strategi. Mirisnya, hari di mana klub mengumumkan pemecatan tersebut bertepatan dengan ulang tahun Francis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *